hidayahku
Namaku Namira Sandra, aku mempunyai kisah yang
aku alami sendiri, disini aku akan berbagi kisah itu.
Semua manusia pasti pernah mengalaminya, sama
seperti diriku. Mencintai laki - laki itu sudah sewajarnya, aku pernah
mengalaminya, aku menyukai seorang ikhwan yang bernama Nanda. Aku menyukai anak
pondok tetapi aku sendiri masih jahiliyah.
Aku merasa malu kepadanya, aku ingin berubah
tetapi itu sangatlah susah. Aku sangat mencintainya tetapi aku tak tahu dia
mencintaiku atau tidak.
Dulu aku dengannya satu sekolah, dulu aku
dengannya sangat dekat dan kedekatan itu membuat aku menyukainya. Laki-laki
yang sangat baik, tampan siapa yang tak mau dengan laki-laki seperti itu.
Setelah lulus sd dia masuk sebuah pondok yang sangat bagus dan sedangkan diriku
hanya masuk sebuah smp yang masih Jahiliyah.
Ketika Nanda pulang dari pondoknya aku langsung
mengirim pesan kepadanya, pertamanya aku basa basi dengannya, dan untungnya dia
meladeniku dia membalas semua pertanyaanku, tetapi ketika aku bertanya tentang
cewe dia tidak mau menjawab, aku hanya berfikir apa karena dia sudah di pondok
jadi dia tidak mau berpacaran atau yang lain sebagainya. Ketika itu aku
bertanya kepadanya,
”kenapa kamu ketika aku tanya tentang seorang
wanita kamu tidak mau menjawab?” dan dia membalas
“karna aku ingin menjaga hafalanku dan
berpacaran itu dalam islam tidak diperbolehkan.”
Aku sangat terkejut dengan kata kata itu. Dan
aku bertanya satu kali lagi “apakah kamu pernah menyukai seseorang wanita?” dia
menjawab,
“ya aku pernah menyukai seseorang karena menyukai
seseorang itu wajar tetapi hal itu tidak diperbolehkan sampai berlebihan”
ternyata dia pernah menyukai seorang wanita ,
tetapi aku berfikir tentu saja wanita itu bukan diriku, tidak mungkin laki-laki
seperti dia mau menyukai wanita sepertiku pasti dia menyukai wanita yang
sholehah, baik, rajin sholat tidak seperti diriku yang hanya belajar pelajaran
jahiliyah. Dan ketika itu aku sangat ingin berubah dan aku minta kepada umi
untuk memasukanku ke pondok
“umi aku ingin masuk pondok, aku tidak mau
bersekolah ditempat yang jahiliyah”
Ketika itu umi terkejut dengan perkataanku ini,
tidak biasanya aku mengatakan kata kata ini.
“baiklah kalau itu mau kamu, umi akan masukan
kamu kepondok”.
“terimakasih umi..”
Aku sangat bahagia, tetapi aku melakukan ini
untuk laki-laki yang aku cintai dan orang tuaku bukan untuk yang lain.
Aku sangat bahagia, ketika keesokan harinya
ibuku meminta surat perizinan keluar dari smp itu, dan umi sudah mendapat
kertas perizinan itu.
Aku sudah diterima di pondok yang bernama
pesanten Ar-raudah. Aku sangat bahagia karena diriku bisa masuk ke sebuah
pondok walaupun aku belum merasakan pondok itu.
Tanggal 23 agustus aku masuk kepondok, pertama
yang aku rasakan memang tidak betah tetapi setelah aku dekat dengan ustadzah
yang ada disana aku mulai betah.
Banyak soal yang aku pertanyakan kepad=a
ustadzah, ya pertanyaanku menyangkut pelajaran islam. yang pertama aku tanyakan
kepada ustadzah adalah tentang pacaran.
“ustadzah apasih hukumnya pacaran.”tanyaku
“dalam islam pacaran itu tidak diperbolehkan
fit”jawabnya
“owh.. jadi begitu ya dzah, sebenarnya nyatain
cinta itu boleh gak sih dzah”tanyaku lagi
“jadi lebih baik tidak kita beri tahu siapa
siapa, karena jika tidak kita beri tahu siapa siapa sampai kita meninggal dunia
dan hanya allah yang tahu kita akan mendapat pahala yang sangat besar, karena
kita telah memendam rasa cinta kita kepada ikhwan.”jawab ustadzah
“terima kasih ya dzah sekarang aku tahu apa
hukum berpacaran.”
“baiklah”
Setelah itu aku masuk kamar dan aku merenungi,
aku sekarang sudah tau apaa hukum berpacaran. Ternyata semua yang dikatakan
Nanda itu benar.
Malamnya aku bertanya lagi kepada ustadzah
“dzah kita itu boleh gak sih masuk pondok
karena orang tua dan untuk laki laki”
“sebenarnya kita itu harus ikhlas kepada allah,
kita belajar sedikit demi sedikit untuk ikhlas karena allah, boleh untuk
membahagiakan orang tua tetapi kita harus ikhlas karena allah bukan yang lain.”
“dzah jadi selama ini aku sholat, ngaji gak
diterima ya?”.
“Kenapa tidak diterima?”.
“Karena aku masuk sini bukan karena allah,
tetapi aku masuk sini untuk orang tia dan orang yang aku sayangi”.
“Tidak apa apa itu kan kamu belum tau, tetapi
sekarangkan sudah tau hukumnya jadi kita harus belajar sedikit demi sedikit
untuk belajar ikhlas karena allah”.
“Owh jadi selama ini yang aku lakukan gak sia
sia ya dzah”.
“Tentu tidak”.
“Oke, makasih ya dzah udah memberi ilmu kepada
aku”.
Dari situ aku mulai berubah dan sedikit demi
sedikit aku ikhlas karena allah. ^_~
Aku
ingin sekali melupakan nanda dari pikiranku tetapi itu sangat susah.aku tidak
mau yang ada dihatiku ini laki laki itu bukan allah, karena aku tau allah
cemburu jika makhluk yang diciptakannya mencintai orang lain dari pada allah.
Aku
sangat ingin berubah, sekarang aku mulai mengerti apa itu islam dan hukum hukum
yang lainnya .
Tidak
seperti aku yang dulu yang hanya tau tentang kejahiliyahan. Sekarang sedikit
demi sedikit kejahiliyahan itu aku hilangkan, yang sudah aku hilangkan dari
pikiran dan hatiku adalah musik, nonton tv, sosmath. Tetapi ada satu hal yang
sangat susah aku lupakan, yaitu mengagumi seorang laki laki.
Aku tahu
menyukai seseorang itu wajar tetapi diriku ini tidak wajar karena aku selalu
saja memikirkannya.
Memang
sangatlah susah melupakan orang yang kita cintai, tetapi hal itu yang harus
dihilangkan karena allah akan cemburu kepada hambanya ketika hambanya lebih
menyukai orang lain dari pada allah.
Tetapi
aku yakin diriku ini bisa menghilangkan satu keburukan itu dengan cara
mendekatkan diri kepada allah dengan cara beribadah kepadanya, menghafal
Al-Qur’an dan masih banyak lagi.
Didalam
hatiku sudah ada tekad untuk melupakan laki laki itu. Dan aku sangat berusaha
untuk melupakannya
Sebulan
kemudian..
Alhamdulillah
aku telah melupakan semua kejahiliyanku dan aku sangat berubah total, aku
sekarang lebih alim dan tidak pernah ada pikiran tentang laki laki lagi di
hatiku, hanyalah allah yang ada di hatiku.
Aku
sangat berharap semua ini akan selalu melekat dihatiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar