Selasa, 08 November 2016

hidayah yang kudapat





Hidayah yang kudapat
“asalusul”                                                                                                                                      Rika anak yang seru tetapi sama seperti Salsa hanya suka menghabis habiskan uang saja. Rika sangat susah dimasukan ke pondok, dia tidak mau masuk pondok karena dia tidak mau menyuci baju sendiri dan masih banyak lagi, dia anak yang sangat manja, selalu dengan orang tua.                      
Terlihat wajah yang kusam baru saja berdiri dari atas kasur, berjalan sedikit demi sedikit menuju tempat yang akan membuat dia tidak mengantuk kembali. Disana dia mengambil sedikit air dan ia mulai membasuh muka yang kusam, walaupun rasanya dingin tapi tetap akan kurasakan. Sudah jam enam aku belum melaksanakan sholat, inilah kebiasaanku bangun telat dan akhirnya sholatpun telat. Ibu selalu menyuruhku cepat  bangun dari kasur tetapi aku selalu susah dibangunkan, setelah membasuh muka aku segera berwudhu dan melaksanakan sholat, setelah melaksanakan sholat rasanya aku sangat ingin berbaring di atas kasur yang sangat empuk ini,waktu terus berjalan, terdengar suara hp berdering “Salsa menelponku”.
“Hai Sal“ sapaku.
“Hai juga Rik, kamu mau gak ke mall, bosen nih aku di rumah terus enggak ada apa-apa, mending kita belanja aja” tanya Salsa.
“Boleh juga tuh, tapi aku mandi dulu ya” jawabku.
“Oke nanti aku jemput kamu ya” seru Salsa.
Ting ting bunyi telpon dimatikan                                                                                        Aku segera memasuki kamar mandi di lantai atas, aku berdiri didepan kaca dengan berpakaian berwarna merah, celana jeans berwarna hitam, dan jilbab paris berwarna hitam. Aku sudah terlihat cantik.
“Rika” panggil Salsa.
Iya tunggu sebentar ya Sal ,masuk saja.
Akhirnya Salsa masuk ke kamar Rika dengan berpakaian berwarna ungu, celana jeans berwarna hitam dan jilbab paris berwarna ungu.
“Yuk” seru Rika,  mereka naik mobil dan diantarkan dengan pak supir yang bernama pak Joko.
“Pak antarkan kami ke mall taman anggrek ya pak” seru Rika.
“Baik non jawab pak Joko” jawab pak Joko. 
Setelah sampai di Taman Anggrek aku segera ke tempat aksesoris ,nama tempat itu adalah Naughty. Sangat banyak barang yang aku suka, aku membeli jam tangan, gelang ,kalung ,bros ,anting ,kuncir rambut ,bando masih banyak lagi.
“Aku ke kasir duluan ya sal” seruku.
      “Oke” seru Salsa.
“ Nih mbak “ sambil memberikan barangnya.
“Sebentar ya dik”jawab mbak kasir.
“ Semuanya 273.000 dik” seru mbak kasir.
“ Nih mbak” sambil memberikan uang senilai 300.000.
“Nih kembaliannya ya dik” memberikan uang senilai 27.000.
“Hai Sal kamu mau beli apa” tanyaku.
“Enggak deh Rik aku gak tertarik dengan aksesoris ini” jawab Salsa.
“Makan yuk laper nih” ajakku.
“Yuk, aku juga laper” jawab Salsa
 3 jam kemudian......
Mereka pulang kerumah karena mereka terlalu lelah
Sesampaiku di rumah aku disapa dengan mamaku
“Sayang, udh makan blm?” tanya mama.
“Udh ma” seruku.
“Sayang kamu mau kan smp di pondok?, pondoknya bagus kok kamu gak nyuci disana, kamu mau kan ?” tanya mama.
Image result for kartun anak muslimah pondok
“Nanti deh ma aku pikir pikir dulu” (menjawab dengan rasa kesal).
Aku langsung lari ke kamarku, aku selalu berpikir dan aku berkata... aku tidak mau di pondok aku tidak suka, aku takut dipondok itu pemikiranku walaupun aku belum merasakan di pondok .
“Rika sayang” panggil mama.
“Iya ma” Aku cepat cepat mengelap air mata yang ada di pipiku.
“Sayang yuk kita lihat pondoknya” ajak mama.
“Tidak mau ma, pokoknya Rika tidak mau masuk pondok” bantahku.
“Ayolah sayang mama yakin setelah kamu melihat pondoknya pasti kamu suka” rajuk mama. 
“Baiklah ma tapi kali ini saja”seruku.
“Baik, semoga kamu suka dengan pondoknya”saut mama.
Aku pergi bersama mama dan papa ke pondok yang bernama SMPIT Darul Fitri, gak jauh dari rumah hanya tiga puluh menit.
Setelah sampai aku langsung lari memasuki pondok itu, aku sangat terkesan dengan pondok itu, pondok itu sangat besar seperti istana yang sangat cantik.
Rasanya aku jadi ingin masuk sini, tapi aku masih takut ditinggal mama.
“Baguskan pondoknya, kamu pasti suka..” saut mama.
“Iya ma aku jadinya ingin sekali masuk sini tapi aku takut berpisah dengan mama” jawabku sambil meneteskan air mata.
“Nanti kalo kamu masuk sini mama juga akan kangen sama kamu, tapi kan nanti mama akan menjenguk Rika seminggu sekali“ seru mama untuk menenangkan anak kesayangannya.
“Baik ma, Rika mau masuk pondok ini tapi mama janji mama harus sering-sering jenguk Rika” pintaku kepada mama.
“Oke cantik mama setuju” jawab mama dengan gembira.
Terlihat gadis kecil itu sangat senang melihat pondok itu disana dia sudah berkenalan dengan kakak kelas yang bagi gadis itu baik namanya kakak khalista.
“Belum masuk saja sudah ada teman dekat apa lagi sudah masuk ya”gumamku.
Tanggal 13 juni aku tes di SMPIT Darul Fitri, setelah tes langsung diumumkan
“Sayang belajar yang rajin besok kamu tes di DF”pinta mama.
“Baik ma aku akan berusaha agar masuk di DF”jawabku sangat gembira.
Keesokan harinya......
“Sayang ayo bangun sayang kamu harus tes hari ini” gelisah mama.
“Baik maa”sautku.
Mata yang sayup ini berjalan menuju kamar mandi, terlihat air yang ada di bak mandi menunggu gadis itu, gadis itu mengambil segayung air dan membasahkan badannya yang masih lemas itu.
“Sangatlah dingin rasa air ini “gumamku.
Setelah itu aku bersegara makan dan minum.
Kriiiiinggg alarm jam tangan Rika berbunyi ...
Rika memanggil mama
 “Ma ayo ma aku sudah siap “ seruku
“Langsung masuk mobil saja, papa sudah menunggumu”saut mama
“baik ma”jawabku
Aku sangat deg-degan. Dimobil aku belajar untuk persiapan tes.
Sesampaiku dipondok, aku langsung duduk dikelas dan aku mulai mengisi soal yang ada diatas meja .
Aku membaca doa agar aku bisa diterima dipondok ini
Tanganku mulai berkeringat, aku sangat takut, aku takut tidak diterima, tapi aku tidak boleh bernegatif kita harus positif thinking
Selesai mengerjakan soal-soal tes aku berikan kertas itu kepada ustadzah Riri.
Satu jam kemudian...
Hasil tes, yang lulus ialah... Nindi, Aulia, Susi, Naswa, Lintang, Indah, Dita, Putri, Nabila, Qonita, Salsa, Nasya, Tasya, Salwa, Dini dan satu lagi adalah....
“Ma kok namaku gak tercantum ya, apa aku gak keterima” gumamku terhadap mama
“Belum tentu siapa tau satu nama ini nama kamu “ saut mama
Nilai terbaik dari tes ini adalah..... Rikaa
“Alhamdulillah ternyata benar kata mama aku diterima di DF” seruku dengan sangat gembira
Aku dan mama langsung masuk ke kantor dan mengambil persyaratan yang ada di pondok ini.
Sangat banyak persyaratannya, dan itu rata-rata kebiasaanku dirumah. Aku lebih ketat dipondok, aku gak bisa shopping lagi ke mall, pasti hal itu sangat susah bagiku untuk melupakannya, tetapi hal itu tetap harusku lakukan karena kalau tidakku lakukan sangat mengecewakan orang tuaku.
16 agustus aku masuk kepondok, bawaanku sangatlah banyak karena inilah pertama kalinya aku pindahan. Sampai disana aku langsung berkenalan dengan orang yang akan menjadi temanku, aku selalu disapa kakak kelasku. Kaliankan tahu,aku ini orang yang gampang bergaul dengan teman.
“sayang kamu betahkan “ tanya mama.
“insya Allah aku betah kok ma, temannya baik kok, seru lagi” seruku.
“Baru sebentar saja sudah banyak teman, gimana aku tidak betah coba” gumam hatiku.
“papa sama mama boleh pulang gak nih?” tanya mama
 “boleh kok ma, lagipula tidak ada yang perlu dikerjakan lagi” jawabku dengan senang hati
     “mama sama papa pulang dulu ya sayang” pamit mama
“baik ma, ingat ya ma hari minggu jenguk” pintaku
“oke sayang” seru mama
Aku kembali ke kamar, nama kamarku kamar Aisyah, aku sekamar dengan Lintang, Salwa, Dini, Tasya, Nindi, Aulia, Susi, Dita, Nabila ,Nasya dan masih banyak lagi.
Mereka anak yang seru, ada yang langsung bergaul dan juga ada yang pendiam.
Aku sudah dekat dengan Dita, Dita itu anaknya seru, manis, lucu, walaupun aku belum terlalu deket dengan Dita.
Malam pertamaku dipondok
Ustadzah datang kekamar ketika jam sembilan tepat, ustadzah menyuruh kami tidur, karena ini sudah larut malam. Tapi aku sangat susah tidur karena biasanya dirumah, lampu selalu dipatikan dan disini lampu tidak dipatikan karena ada yang takut dalam kegelapan, jadi terpaksa aku tidur dalam posisi lampu hidup.
Sudah jam empat, ustadzah membangunkan kami untuk melaksanakan sholat tahajud. Aku sangat bingung apa itu sholat tahajud, aku tidak pernah melaksanakannya di rumah, jadi aku tidak tahu bagaimana sholat tahajud.
Aku bertanya kepada ustadzah,
“ustadzah dian apa itu sholat tahajud ?” tanyaku dengan muka bingung
“sholat tahajud itu sholat sunnah yang dilaksanakan Rasulullah” jawab ustadzah
“sholat tahajud itu berapa rokaat ustadzah” tanyaku lagi
“sholat tahajud itu yang terpenting genap dan witirnya ganjil” seru ustadzah
“jadi begitu ya zah” seruku
“iya, sayang” jawab mama
      Aku langsung melaksanakan sholat tahajud walaupun aku masih bingung.  Setelah selesai    sholat tahajud rasanya aku ingin sekali berbaring diatas kasur yang mungil tetapi sangatlah empuk, mataku masih beristirahat, aku tidak biasa bangun pagi seperti ini. Biasanya aku bangun ketika subuh dan aku tidak pernah melakukan sholat tahajud, baru disinilah aku   melakukan sholat tahajud.
Adzan subuh berkumandang, suara yang merdu membuatku tenang, aku dan teman-teman bersegera untuk ke musholah, kakak kelas kami sudah menunggu di musholah, aku hampir saja telat, tapi untung saja dimaklumi karena kami masih murid baru.
Pagi ini jam delapan tepat kami mengikuti MOS, aku selalu dengan Lintang dan Dita. Aku sangat dengan dengan mereka.
Jam delapan tepat....
“Ayoo semua Santriwati kelas tujuh kumpul dia Aula sekarang”seru ustadzah
Aku, Lintang dan Dita sudah di aula. Ternyata kita belajar bahasa arab, disini bahasa arabnya sangat diperketat, ukthi disini saat ngobrol selalu memakai bahasa arab jadi kami tidak tahu apa yang sedang ukhti bicarakan karena kami belum pernah belajar bahasa arab. Disini aku memakai gamis dan jilbab besar, tidak seperti dulu aku selalu saja memakai celana, jilbab yang sangat kecil dan pendek yang tidak menutupi Auratku. Disini aku sangat berubah, insya allah diluar pondok aku juga akan seperti ini, padahal aku baru satu hari disini.
Selesai melaksanakan MOS, semua santri kamar Aisyah kumpul dikamar untuk membuat peraturan kamar, dan pemilihan ketua kamar dan seksi-seksinya. Ternyata ketua kamar adalah aku, aku sangat bingung
“aku harus bagaimana nih”gumam hatiku.
Wakil ketua kamar adalah Salwa, bendahara adalah Lintang, sekertaris adalah Dita, keamanan adalah Nasya dan Nabila. Yang lainnya sebagai anggota.
“aku harus melakukannya dengan baik, aku harus membuat teman temanku tertib, aku harus menjadi pemimpin yang baik”gumam hatiku.
Satu bulan kemudian....
Kamarku mulai membaik, yang dulu tidak rapih sekarang sudah mulai membaik. Sekarang kami selalu memakai bahasa yang telah ada. Selain kamarku membaik, aku juga mulai membaik disini. Dulu aku selalu menghabiskan uang orang tuaku dan tidak pernah memikirkan perjuangan mereka, tetapi aku yang sekarang tidaklah seperti itu, sekarang aku tidak mau menghabiskan uang orang tuaku untuk membeli yang tidak bermanfaat karena aku tahu bagaimana seorang ayah mencari uang dengan susah payahnya.
Alhamdulillah aku disini membaik, nilaiku memuaskan tidak seperti dulu hanya bisa mengecewakan orang tuaku. Sedikit demi sedikit, waktu demi waktu aku selalu berusaha, walaupun sedikit tetapi itu akan membuatku semakin sadar bahwa orang tuaku ingin diriku ini yang lebih baik. Hal itu selalu ada dipikiranku, saat aku lalai, aku selalu mengingat hal itu agar aku merenungkannya.
Inilah kehidupanku yang sekarang, aku tidak akan pernah mau membuat orang tuaku kecewa denganku, aku ingin membuat orang tuaku bahagia dan aku ingin mencapai cita citaku dan aku akan selalu istiqomah dengan memakai jilbab yang menutup auratku ini. semua manusia akan mendapat hidayah dan kita seharusnya tidak boleh menolak hidayah, karna hidayah itu datang langsung dari yang berkuasa yaitu ALLAH SWT. Yang dulu biarlah berlalu dan kita harus memulai dari pertama.
Ayo, bagi yang belum menutup auratnya, tutuplah karna didalam islam kita harus menutup aurat kita agar bisa mencapai surga allah yang kita tunggu .


Tidak ada komentar:

Posting Komentar